Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Sudi Mampir


Blog EntryFeb 16, '09 8:49 PM
for everyone

Tempo hari, saya menemukan buku-buku ini di lemari buku bunda. Buku bacaan anak terbitan tahun 70-80 an, dengan label khasnya “Milik Negara. Tidak Diperdagangkan”. Saya banyak menghabiskan waktu dengan bacan-bacan semacam ini jaman masih SD dulu. Kebetulan Om saya seorang Penilik, jadi selalu ada bacaan baru menumpunk di rumah beliau. 

Salah satu bacaan yang paling berkesan adalah cerita petualangan anak-anak yang mencari ayam bekisar hingga ke Pulau Kangean. Saya lupa judulnya, yang jelas, setelah membacanya, saya jadi terobsesi memelihara ayam bekisar..huahahaha.

Menariknya, hampir semua bacaan tersebut bertema penyuluhan. Jika bukan soal budi-daya enceng gondok, beternak manila…ya.. propaganda keluarga berencana, mengapai cita-cita, mengasah keterampilan perbengkelan, pentingnya sekolah atau semangat membangun desa dan sebangsanyalah yang dikemas dalam cerita anak. 

Ini jaman kejayaan desa Sukamaju, Sukatani, Sukamiskin dan desa Suka bla..bla lainnya…dimana anak rakyat jelata mewujudkan mimpinya, pantang putus asa, dan ber-happy ending di balai desa bersama gemuruh tepuk tangan warga setelah Pak Kades menyampaikan pidato pujiannya.

Masa kejayaan itu sudah berlalu. Kemana perginya bacaan-bacaan tersebut? Terhimpit di rak perpustakaan sekolah. Anak-anak sekarang lebih suka terobsesi menjadi ninja Konoha ketimbang beternak ayam bekisar

Sejarah kejayaan bacaan anak tersebut ternyata punya cerita yang panjang. Baiklah mari memotongnya dari tengah saja. 

Ketika didirikan pada Mei 1950, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) hanya terdiri dari beberapa beberapa anggota saja. Kemudian keanggotaannya bertambah hampir 450 pada tahun 1966, tapi mengecil lagi menjadi hanya sekitar 80 anggota saja pada tahun 1973. Itu mencerminkan pasang-surut kegiatan penerbitan buku di Indonesia. 

Penyebabnya, banyak perusahaan penerbitan terpaksa gulung tikar, sebagian mengalihkan usaha ke bidang lain akibat Amukan inflasi, harga kertas mahal, jatah pemerintah ditiadakan. Keadaan ekonomi tersebut membuat beberapa penerbit lain-yang masih bertahan-enggan menerbitkan buku paket pelajaran..

Untuk meredam gejala tersebut, pemerintah membentuk proyek Paket Buku (1969) yang bertujuan menyediakan buku pelajaran bermutu untuk sekolah dan madrasah. Proyek itu kemudian dibantu oleh perjanjian kredit ($ 13,5 juta) dari Bank Dunia dan suplai kertas ($ 13 juta) dari Canadian International Development Agency (CIDA). Keduanya berlaku dari 1973 sampai 1980-81. 

Dep P & K, bertindak sebagai penerbit mengambil alih penerbitan buku pelajaran untuk subsidi sekolah. Persoalan buku pelajaran terselasaikan. Proyek tersebut sekaligus membanting penerbit swasta dengan mengambil alih porsi penerbitan buku pelajaran.

Ikapi kemudian memprotes perihal perampasan jatah tersebut. Tapi ibarat makanan, jatah tersebut sudah terlanjur dikunyah…masa’ mau dimuntahkan lagi? Berhubung pemerintah di jaman itu masih baik hati , maka diusulkanlah proyek Inpres untuk memulihkan iklim penerbitan swasta. 

Proyek Inpres dilaksanakan pada tahun 1974. Tujuannya adalah menyediakan buku bacaan sehat untuk Sekolah Dasar, dengan menyerahkan kepada pihak penerbit swasta untuk menerbitkan buku bacaan itu, dibawah pengawasan Dep. P & K.

Tidak diragukan lagi, proyek Inpres tersebut sukses merangsang minat baca anak-anak sekolah di jamannya. 40 juta buku dihasilkannya dengan biaya Rp 7,5 milyar. Sekaligus memicu tumbuhnya kegiatan penerbitan. Keanggotaan Ikapi melonjak dari 80 anggota menjadi 166 anggota. Di luar Ikapi, mungkin ada lebih banyak lagi penerbit kecil musiman yang ikut menikmati Proyek Inpres tersebut.

Pengarang-pengarang senior, seperti Suyadi, Kurnaen Wardiman, Djoko Lelono, Diah Ansori, Suyono, Dwianto Styawan, A. Adjib Hamzah serta pengarang-pengarang dadakan lainnya tak mau kalah bermunculan di sampul buku Inpres. Beberapa nama bahkan menjadi bagian sejarah pejalanan sastra tanah air.

Saya agak sedikit heran....Ketika melakukan penelusuran profil pengarang buku-buku ini...dan justru menemukan mereka berada di daftar koleksi National Library of Australia. Bahkan pengarang  yang tidak terkenal sekalipun!

Tak cukup sampai di situ, seniman lukis lokal pun ikut kecipratan proyek. Apa menariknya bacaan anak tanpa gambar. Ilustrasi pada bacaan anak tidak hanya semata-mata berfungsi untuk melengkapi teks, namun justru menjadi satu kesatuan dengan cerita. Menurut Murti Bunanta, salah seorang pengamat dan praktisi bacaan anak, setidaknya terdapat tiga peran ilustrasi bagi anak. Pertama, ilustrasi harus mampu memberi ruang pada anak untuk berimajinasi. Kedua, ilustrasi harus mampu menimbulkan rangsangan bagi anak untuk mengenal estetika. Dan terakhir, ilustrasi harus mampu memberi kenikmatan bagi anak yang membaca.

Periode ini juga menandai perjalanan desain grafis tanah air. Terlebih pada tahun 1980 an industri Cergam mengalami proses pertumbuhan mendampingi penerbitan buku Inpres. Gambar ilustrasi yang menyertai karya sastra Indonesia bukan hal baru. Karya sastra terbitan Balai Poestaka semasih zaman Belanda pun sudah berilustrasi. Juga, buku-buku keluaran penerbit buku sastra dan budaya serta cerita anak- anak PT Pustaka Jaya (berdiri di akhir 1960-an) berilustrasi. Setidaknya, bila di dalam tidak bergambar, buku-buku novel Pustaka Jaya bergambar pada kulit mukanya. Sebut saja gambar kulit muka novel Nh Dini, Pada Sebuah Kapal, yang dibuat oleh Pelukis Rusli. Lalu novel pendek Putu Wijaya, Telegram, gambar kulit mukanya dibuat oleh pelukis Nashar

Dipengaruhi komik import, cergam superhero yang bergaya kebarat-baratanpun bermunculan pada periode 70-80 an, seperti Hasmi dengan serial Gundala Putra Petir (adaptasi dari jagoan Amerika, Flash), Wid NS dengan serial Godam (terinspirasi Superman), Kus Br. dengan serial Laba-laba Merah (mirip dengan Spiderman) dan Djoni Andrean dengan serial Laba-laba Maut (mirip Spiderman, tapi dengan topeng wajah separuh terbuka). 

PS: Maaf…di paragraf sebelumnya, saya menulis komik dan cergam sebagai dua istilah berbeda. Perbedaan Cergam dan Komik adalah pada komposisi gambar dan tulisan, Komik umumnya dilengkapi dengan bingkai–bingkai secara juktaposisi/berjajar–jajar, dialog dalam balon serta narasi yang saling merajut sebuah ceritera. Hal tersebut berbeda dengan Cergam yang memadukan dua elemen pentingnya yaitu aspek visual (gambar) dan verbal (kata-kata), penyusunannya dapat juktaposisi/berjajar-jajar antar gambar dan tulisan ataupun memisahkan masing-masing pada halaman tersendiri. Cergam dan Komik, di Indonesia telah mengalami posisi naik turun, bahkan seringkali mendapat asosiasi kurang baik. Cergam dianggap dangkal, pemimpi dan tidak mendidik walaupun sesungguhnya Cergam mampu menyajikan ceritera-ceritera yang tidak hanya mendidik dan mudah dicerna, namun juga menambah intelektualitas, imajinatif dan juga kreativitas.

Beberapa ilustrator bacaan anak kala itu bahkan mengadopsi gaya Kirby seperti karya Ened Rizaly yang saya temukan di salah satu buku berjudul Hari-Hari yang Indah karangan H. Sugianto. Beberapa karya seperti Majapahit oleh RA Kosasih juga mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam bentuk buku pada masa itu.



Ilustrasi buku Gua Terlarang karya Suyadi dinilai sebagai ilustrasi terbaik untuk buku anak-anak pada Tahun Buku Internasional 1972. Sedangkan buku Made dan 4 Temannya, oleh IKAPI dinilai sebagai buku yang terbaik dari segi perwajahan untuk 1979. Siapa Suyadi? Argh! Suyadi yang ngarang si Unyil, yang memerankan Pak Raden, yang nggambar karakter keluarga Budi, iwan dan Wati (selebihnya cari di google saja)

Kembali ke proyek Inpres, 40 juta judul buku yang diterbitkan selama 3 tahun. ternyata masih jauh dari sukses meskipun sudah banyak disebar ke perpustakaan SD, perbandingan ideal 10 buku untuk satu anak masih belum tercapai. Bayangkan waktu itu saja ada 80.000 Sekolah Dasar! 

Indonesia tetaplah Indonesia… Isu pungli proyek Inpres menjadi alasan beberapa penerbit enggan melanjutkan proyek Inpres untuk 3 tahun berikutnya. Berbagai cerita burung beredar tentang adanya permainan dalam pemilihan buku-buku tersebut. Menteri P dan K ad interim waktu itu, Umar Ali, mengatakan bahwa dengan adanya Inpres itu untuk membangkitkan gairah penerbit nasional. Ternyata, kebanyakan buku yang dipilih panitia adalah terbitan para penerbit "musiman" yang baru didirikan untuk menampung durian runtuh dari proyek Inpres. Penerbit serius yang punya itikad baik merasa dipecundangi

Desas-desus pun timbul: Seorang kacung berjiwa wiraswasta yang bekerja di sebuah penerbit di Bandung, setelah mengerti selukbeluk tender buku pelajaran untuk SD, menyusun sebuah buku atas namanya sendiri walaupun dia sendiri tak pernah tamat SD. Ternyata, buku ini plagiat dari buku lain yang sudah beredar. Entah bagaimana kelanjutan ceritanya. Pemerintah mengalihkan proyek tersebut pada PN. Balai Pustaka dan beberapa penerbit penjilat lainnya (mungkin)

Penerbit swasta memilih cabut dari proyek dan menjalankan proyek masing-masing. Banyak penerbit lebih memilih karya terjemahan dengan alasan ekonomis. Jadilah kita tamu di negeri sendiri. Bejibun karya terjemahan hadir, lihat saja Seri Pustaka Kecil Disney yang terbit 29 judul 

Kebuntuan sastra anak lokal juga semakin diperparah dengan tidak adanya program-program sastra di sekolah dan di perpustakaan yang membicarakan buku lokal, kecuali untuk buku-buku sastra dewasa karya pengarang muda yang cepat sekali mendapat apresiasi dan terjual puluhan ribu kopi, katakanlah Dewi Lestari, Ayu Utami, dan Habiburrahman El Shirazi.

Begitulah, karya-karya terjemahan tersebut telah menenggelamkan karya-karya sastra lokal kita. Kebanyakan hanya menghuni rak-rak perpustakaan sekolah karena memang sebagian besar merupakan hasil subsidi pemerintah melalui program Inpres. 

Yang paling merisaukan adalah adanya usaha mengambil alih cerita rakyat Indonesia oleh pengarang Barat. Contoh nyata terjadi pada cerita-cerita asal Bali yang kemudian ditulis oleh Ann Martin Bowler dengan ilustrator I Gusti Made Sukanada yang berjudul Gecko’s Complain, juga Balinese Children Favorite Stories yang ditulis oleh Victor Mason dengan ilustrator Trina Bohan-Tyrie.

Padahal pernah ada pengarang seperti Murti Bunanta yang karya dwi bahasanya Si Bungsu Katak, mendapat penghargaan internasional, The Janusz Korczak International Literary Prize Honorary Award dari Polandia. Juga karya Legenda Pohon Beringin (KPBA, 2001) yang mendapat hadiah utama Octogones 2002 for Reflets d’Imaginaire d’Ailleurs.

Bukan cuma itu, sebuah buku ceritanya, Kancil dan Kura-kura (KPBA, 2001) yang mengadaptasi cerita dari Kalimantan Barat, telah diterjemahkan dalam bahasa Jepang dan dipanggungkan di sana oleh sebuah grup teater anak profesional selama satu tahun. Murti Bunanta juga diminta oleh penerbit Amerika Westport, Library Unlimited Inc. untuk menuliskan buku cerita rakyat Indonesia yang kemudian terbit tahun 2003 dengan judul Indonesian Folktales.

Kini dia menggagas dan menerbitkan buku-buku kecil untuk anak dan pembaca yang mulai belajar bahasa Indonesia. Buku-buku tersebut kemudian diketahui laku dibeli oleh 52 perpustakaan di Singapura dan rencananya juga akan dapat dibeli di Australia.

Adapun nasib Balai Pustaka sendiri mungkin sudah termakan kutukan. Semakin terabaikan oleh pemerintah. Perusahaan ini kemana sih? Mari doakan saja semoga PN Balai Pustaka bangkit lagi. Semoga kelak kita bisa membaca himbauan di sampul buku paket bertuliskan: Rawatlah buku ini baik-baik, tahun depan adikmu yang akan menggunakannya. Sebaiknya memang begitu….

(Berbagai Sumber)











Blog EntryJan 30, '09 3:57 PM
for everyone
Pukul 04:lewat...
Pagi yang menggemaskan. Saya harus menggesek-gesekkan kaki ke lantai berapa kali...sekedar meyakinkan diri bahwa masih menjejak bumi. Pasalnya..Babol nyetel album Ratih Purwasih...Argh...sampai matahari terbit kayaknya itu, tadi sempat mengintip playlistnya yang panjang bersusun-susun.

Lagu ini.....melempar saya bernostalgia. Serasa berada di anjungan kapal "Imalombassi", Sandar di pelabuhan Raha. Pedagang Gogos, telur masak, hilir mudik berteriak di atas kapal....


* Konon kabarnya, koleksi Ratih Purwasih nya Babol mau diseleksi... The Best nya hendak di copy untuk Bunda....Buat teman Ber-Mehek-Mehek katanya Bund...Siapkan tisu ..

Blog EntryJan 22, '09 1:55 PM
for everyone
Ingat lagu “Believe” nya Cher yang populer di tahun 1998 dulu? Atau "Only God Knows Why" nya Kid Rock?  “One More Time” nya Daft Punk? 

Semuanya sama-sama menggunakan efek vocal robotic. Cara bernyayi aneh yang kedengarannya…seperti bernyanyi sambil men detti-detti jakun. Efek suara ini dihasilkan melalui  proses pitch correction (Auto-tune). Gaya  bernyanyi aneh tersebut dikenal dengan vocoder.

Sebenarnya vocoder itu sendiri adalah nama alat yang digunakan untuk menggabungkan sinyal. Istilah yang biasa dipakai oleh dunia telekomunikasi. Prinsip kerjanya  menggabungkan sinyal carrier dan sinyal modulator. Sinyal carrier adalah suara asli dari vocal (penyanyi), sedangkan sinyal modulator bisa berasal dari apa aja sebagai "pengacak" sinyal asli, biasanya berupa satu line dari synthesizer. Unit vocoder kemudian memproses sinyal carrier dengan sinyal modulator untuk menghasilkan suara aneh kayak orang keselek pipa pralon itu..

Nah…semalam, secara tidak sengaja, saya menemukan teknik sederhana untuk menghasilkan efek suara yang sama. Sebaiknya segera dipatenkan deh…sebelum Syaiful Tamburaka mencuri ide brilian ini.

Cerita lengkapnya begini….Semalam, pulang dari main Golf, badan terasa pegal-pegal…Lalu istri saya yang baik hati dan tidak sombong lagi penuh kasih sayang itu…dengan sigap, mengambil alat pijat elektronik lumba-lumba  (Menutupi ketidak-jagoannya memijat manual ala tuna-netra)…

Vibratornya disetel mode full dan mulailah si lumba-lumba bergerilya di punggung. Proses pijat-memijat itu dilakukan sembari ngobrol…dan eureka!!!

Suara saya terdistorsi oleh getaran si lumba-lumba….jadi terdengar seperti alien.

“Halo mahluk bumi…kami dari planet Bukuanus Lembanus…akan menginvasi planet ini. Tapi jangan kuatir…kami bukan yahudi”

Pikir punya pikir, terbersitlah ide cemerlang….kalo dipijet lumba-lumba sambil nyanyi ternyata vocalnya nda jauh beda sama Kid Rock..

Oh..iya…kalo alat pijat lumba-lumbanya ditaruh diubun-ubun, ternyata bisa memberi visual nyata situasi gempa bumi juga.

Sekian saja dulu informasinya….saya tidak berani berfantasi lebih jauh mengenai kegunaan lumba-lumba bergetar itu…selamat mencoba dan mengembangkan ide sendiri.....

*detti-detii = menyentil

Photo Albumhow to Jan 22, '09 1:32 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryJan 20, '09 8:42 PM
for everyone
Desain baru harus membuat koran tidak hanya mudah untuk jiwa dan pikiran, tetapi juga mudah untuk mata. Mario Garcia, CEO Garcia Media.

Saya menghabiskan empat hari penuh semangat demi merenungkan re-design front page Kendari Pos. Keinginan perwajahan baru itu cukup jelas, Bagaimana mengenali koran ini...bahkan sekalipun eksistensinya dalam sobekan  kecil bungkus pecel.

Bukan cuma saya, semua kawan pekerja malam di kantor ini boleh jadi telah mengidam lama untuk “Pimp their Newspaper”. Rasanya kita kok berdosa sudah merampok Rp.3.500,-  duit pelanggan setiap hari untuk tampilan suratkabar laksana karnaval itu.

Tapi seperti itulah..perdebatan sana-sini terus berlanjut, sarat keinginan, penuh kepentingan. Dan empat hari saya terpaksa menyia-nyiakan waktu, menerlantarkan istri tergolek pilek, Bunda was-was anaknya terbengkalai....untuk kesimpulan yang anjlok dari keinginan awal.

“Kita menjual berita, bukan desain!!”, sengit redaksi. Arghh!...kuciwa saya jadinya curhat panjang lebar soal tipografi, konsistensi warna turunan, hirarki, dan sebagainya. Kalo semisal beritanya diprint saja di kertas HVS lalu fotokopi banyak, bagaimana?

Opini seperti ini yang bikin John Bodette geeeram..geram...geram,  Jim Chisholm mati kutu,  Mario Garcia jatuh bangkrut. Boro-boro lagi mimpi beralih meninggalkan format  broadsheet atau mengambil resiko belanja font di fontbureau.com seharga  US$600 seperti yang dilakukan Tempo...

Sudahlah saya mengundurkan diri dari proyek. Istriku ayo diminum pengencer dahak pelega tenggorokannya!!

Blog EntryDec 5, '08 4:13 AM
for everyone
"Lagi dimana?"
"Taman ubur-ubur BikiniBottom!"
"Ngapain di situ?"
"Bersaujana!"







Saujana: istilah sastra lama yang berarti sebuah pandangan jauh ke depan


Blog EntryDec 2, '08 10:44 AM
for everyone

Saya baru ingat pernah menyimpan tulisan ini dari salah satu blog (entah punya siapa, sudah lupa) selepas nobar Laskar Pelangi bersama anak-anak KBK malam minggu tempo hari.

Sama sekali tidak ada hubungan dengan LP nya, saya justru mengingatnya begitu melintasi sebuah poster film berjudul Faust di sebelah kanan pintu keluar sineplek.

Lalu belakangan seorang karib mendadak seperti Faust…

Lalu puisi Rhapsody cinta bersambung yang dipost oleh salah satu member di FKI

Lalu Video lipsync konyol yg disetel Babol sehari sebelum postingan ini.

Lalu kisah hidup Bohemian di masa lampau yang sy ceritakan kembali kepada kekasih tercinta menjelang tidurnya yang kemudian terpaksa kami akhiri dengan ngambek-ngabekan norak. 

Itu semua behind the scenenya…

Saya ingin mengulang cerita si empunya tulisan di atas.….Bohemian Rhapsody for Faust 

____________________________________________________________________________

Is this the real life? Is this just fantasy?

Jika kalian tidak mengenal penggalan bait di atas, maka sebaiknya Fredy Mercury bangkit dan men-samauda-kan kalian. Terpujilah manusia jenius ini andai dia bukan seorang gay. 

Bait di atas adalah penggalan lirik Bohemian Rhapsody nya Queen, dari album A Night At The Opera yang dirilis pada tahun 1975 dibawah asuhan Roy Thomas Baker . Lagu ini sempat masuk Guiness Book of Records setelah dipilih oleh 31.000 responden lebih sebagai Lagu terfavorit di Inggris. Hits yang masih menyimpan misteri 

Landasan teori

1.Bohemian: adalah suatu gaya hidup unconvensional, eksentrik dan cenderung aneh

2. Rhapsody: Penulisan judul yang digunakan oleh komposer abad 19 dan 20 untuk karya pendek, makna rhapsody adalah bebas dalam form lagu, dan mengekspresikan perasaan khusus secara mendalam.


Fakta Menarik yang sebaiknya berguna untuk diketahui. Bohemian Rhapsody digarap hanya dalam 3 minggu masa rekaman.

Sebuah lagu yang mustahil menjadi hits mengingat durasinya yang cukup buat boker, menghabiskan 2 linting tembakau sambil menerawang kemana-mana, 5 menit 55 detik!.

Digubah dalam imajinasi Mercury dengan membaginya ke dalam vocal foliponi, Sopran-Alto-Tenor-Bass,


Menurut Wikipedia, struktur Bohemian Rhapsody dibagi ke dalam 6 struktur. Mari mengupasnya.



Introduction (0:00 - 0:48)

Versi klipnya, lagu ini diawali dengan tampilnya 4 personel Queen ber-acapella. Jangan tertipu! Di balik layar, semua vocal tersebut di take oleh Mercury seorang! 

Is this the real life? Is this just fantasy? Sampai pada no escape from reality

15 menit kemudian, instrument grand piano masuk, dan karakter suara Mercury seakan berubah menjadi narator yang memperkenalkan dirinya sebagai " I m just a poor boy" tapi " I need no sympathy". 
Sampai akhirnya ditegaskan dengan "Nothing really matters to me". Lalu di tutup dengan Bass B-flat pada Piano 

Ballad (0:48–2:36)

Bass guitar Deacon masuk di note pertama, vokal narator berubah dari harmoni menjadi tunggal yang dinyanyikan penuh semangat oleh Mercury. 

Narator menceritakan kepada mama bahwa ia "killed a man, Put a gun against his head, Pulled my trigger,now his dead" dan selanjutnya vokal bersyahdu makin sendu seakan2 kehidupannya baru saja dimulai "Mama,life had just begun,
But now Ive gone and thrown it all awaaaaay!


Bass turun secara kromatis sampai pada E flat. drum Taylor mulai masuk dan narator menyanyikan ''Mamaaa..." yang kedua, dalam nada yang meninggi. 

Narator menyatakan penyesalannya, tidak bermaksud membuat mu menangis "making you cry" dan meyakinkan agar si mama tak usah mempedulikannya "carry on because nothing really matters

Selanjutnya seperti lagu balad membawa kita ke verse kedua, Narator seolah memperlihatkan penyesalan atas tindakannya. Ia mengucapkan "goodbye" dan mempersiapkan diri untuk "face the truth" membenarkan bahwa sesungguhnya Dia tidak ingin mati, dan kadang berharap dia tidak pernah dilahirkan..

Guitar Solo (2:36–3:03)

Ditandai teriakan "born at all", May mengambil alih dengan solo gitanya yang meraung. Sampai ditutup dengan modulasi penurunan kunci ke A Mayor, lalu beralih ke bagian yang paling menarik Opera section


Opera (3:03–4:07)

Perbaiki posisi duduk anda dan perhatikan kemana arah lirik ini

I see a little silhouetto of a man,

Scaramouche! scaramouche will you do the fandango!

Thunderbolt and lightning-very very frightening me!

Saya melihat sekilas siluet seseorang. Seperti scaramouche ber fandago (Scaramouch ini adalah sosok menyeramkan dengan topeng dan terusan hitam dalam opera. Fandago adalah salah satu bentuk irama tarian di eropa) Lalu Gleggar! Halilintar dan petir yang menakutkan


Galileo,galileo,
Galileo galileo
Galileo figaro-magnifico!


Apaaaa coba? Sama sekali gak nyambung.
Perlu diketahui bahwa Mercury tidak asal menggunakan nama Galileo. May selain menjadi Gitaris, dia adalah astronom. Mengetahui bahwa rekannya sangat gila pada benda benda planet, Mercury pun menuliskan nama salah satu astronom hebat tersebut dalam lagunya. 


But I m just a poor boy and nobody loves me!
Hes just a poor boy from a poor family
Spare him his life from this monstrosity!


Saya hanya pemuda yang malang dan tidak ada yang simpati. Dari keluarga yang malang pula! Bebaskan hidupku dari keadaan menyeramkan ini! Bebaskan dia dari monstrosity!

monstrosity : keadaan seperti raksasa; naga; gergasi dan sebagainya. n benda yg aneh sekali bentuknya.

Si saya ini…sepertinya sudah punya pilihan. Mungkin mengakhiri hidup untuk menebus kesalahannya. Lalu meminta Easy come easy go,will you let me go. Ini semacam dialog batin kepada elemen Angel-nya dan elemen Evilnya.


Bismillah! no,we will not let you go! let him go!
Bismillah! we will not let you go! let him go!


Tarik ulur antara dua elemen si saya

Bismillah! we will not let you go! let me go!
Will not let you go-let me go
Will not let you go let me go


Elemen Angel mulai kalang kabut. Dan si saya semakin ngotot

No,no,no,no,no,no,no
Mama mia, mama mia,mama mia let me go-
Beelzebub has a devil put aside for me,for me,for me!!!!


Membuat penegasan. Siapa mama mia? an expression of surprise, supposed to be typically used by Italians. seperti Yippie Kaye!!

Lalu Beelzebub? Beelzebub digambarkan seperti sosok iblis bersayap yang menyeramkan.
Jadi biarkan saya pergi…menebus kesalahan. Saya sudah kerasukan iblis, Saya pergi untuk menyingkirkan iblis ini. kira-kira begitu ya? 

duk takkk<drum> and finally

Hard Rock (4:07–4:55)

Bagian akhir opera mengalir menuju ke bagian keras yang berisi riff gitar yang ditulis oleh Mercury. Di 4:15, suara dobel Mercury menyanyikan kemarahan dengan menggunakan kata ganti "you", yang tdk jelas untuk siapa. Mengacu pada pengkhianatan dan kesewenangan dalam "can't do this to me, baby" - dimana dapat kita interpretasikan sebagai flashback pada bagian ballad "just killed a man". Setelah lelah berjingkrak jingkrak, Mercury kemudian memainkan line melody yang sama pada ujung Solo Gitar May sebagai pengantar memasuki part terakhir..


Outro (4:55–5:55)

Setelah Mercury memainkan solo oktaf, musik kembali ke tempo dengan isian drum dan seluruh instrument. Gitar menemani nyanyian "ooh, ooh yeah, ooh yeah". "Nothing really matters..." muncul kembali. Dan kalimat "Any way the wind blows", yang muncul dalam bagian Introduction, diucapkan kembali sebagai penutup. Diikuti dengan gong yang dipukul. 

____________________________________________________________________________

Seperti kata Freddie, "biarkan kamu yang berfantasi dengan lagu ini"

Seperti kisah Faust ya? Johannes Faust(1480-1540) adalah seorang penyihir dan peramal dari Jerman. Ia juga guru diberbagai universitas di Jerman. Kesehariannya adalah bepergian dari satu tempat ke tempat lain untuk menunjukkan trik sulap dan sihirnya. 

Cerita tentang kekuatan supernaturalnya dipercaya banyak orang. Faust mempunyai hubungan dekat dengan iblis bernama Mephistopheles. Faust juga membuat perjanjian dengannya. Ia melego jiwanya untuk ilmu pengetahuan kepada Mephistopheles. Sang iblis pun memberikannya tetapi setelah 24 tahun Faust harus memberikan jiwanya dan masuk neraka bersama iblis tersebut. 

Akhirnya ketika umur Faust 60 tahun(Faust membuat perjanjian saat umurnya 36 tahun) ia meninggal dan masuk neraka menemani iblis itu untuk selamanya. 
Ratusan tahun setelahnya banyak teater, film, dan novel menceritakan tentangnya. Begitu juga operanya yang dibuat oleh penulis Perancis bernama Charles Francois Gounod(1818-1893) berjudul Faust dengan lagunya "Ah! Je ris de me voir si belle" atau dikenal dengan "Lagu Permata". 

PS buat sahabat Faust kita: 
- Jangan melebih-lebihkan sesuatu karena berlebihan itu adalah petaka. Jangan pula mengorbankan banyak hal demi sesuatu yang tidak abadi.
- Bismillah! we will not let you go! Kami lebih suka membantaimu….huahahahaha



Blog EntryNov 28, '08 4:06 PM
for everyone

Indorock, menurut terjemahan acakadut yg penulis <--  temukan di Wikipedia, Adalah genre musik yang mulai tumbuh sekitar tahun 1950an di Belanda dan Eropa.

Setelah indonesia merdeka fisik pada tahun 1945. Para kompeni balik ke negara asalnya, diboncengi oleh serombongan imigran indonesia (yang mungkin berkualitas) hijrah ke sana, kemudian terjadilah asimilasi budaya. Salah satunya ya indorock ini...Gaya bermusik yang merupakan hasil perkawinan silang-sengkarut antara musik Barat dengan musik Indonesia yang berakar pada musik tradisional Kerontjong.


Indorock lahir Ketika gelombang rock ’n’ roll dari Amerika melanda daratan Eropa termasuk Belanda menjelang akhir era 1950-an yang digerakkan oleh Chuck Berry, Bill Haley, sampai Elvis Presley. Seperti halnya yang terjadi di berbagai negara, di Belanda pun bermunculan band rock ’n’ roll. Mereka mengambil model musik dari Chuck, Bill Haley, Elvis, atau juga Everly Brothers.

Tak kurang ada sekitar sepuluh band yang bisa disebut sebagai Indorock sempat populer bermunculan, seperti Tielman Brothers, The Javalins, atau juga The Black Dynamites. Di antara mereka ada yang meramu rock ’n’ roll dengan musik hawaiian atau country. Belakangan muncul sebutan Nederrock untuk menyebut rock ’n’ roll yang dimainkan oleh orang Belanda.

Mari membicarakan salah satu eksponen Indorock yang lumayan populer...















Kisahnya dimulai....Pada tahun 1945, Sebuah band bernama  The Timor Rhytm Brothers, yang terdiri dari 4 bersaudara asal Maluku : Andy, Reggie , Phonton , dan Loulou, memulai kariernya di Surabaya membawakan lagu-lagu dan tarian daerah dari pentas ke pentas.

Lalu perubahan besar diawali ketika Ponthon tertarik untuk belajar memainkan contrabass, lalu diikuti saudara-saudaranya yang lain. Reggy mempelajari banjo, Loulou mempelajari drum, dan Andy mempelajari gitar.

Penampilan heboh pertama mereka pada acara pesta di rumahnya membuat teman-teman ayahnya kagum dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag. Sejak saat itu mereka dihujani tawaran untuk tampil di acara-acara pribadi di Surabaya serta berbagai daerah di Indonesia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1956 mereka sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke Belanda dan menetap di Breda.

Kepindahan mereka ke negeri Belanda dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar ini ternyata melahirkan "IndoRock" yang terkenal itu. Ciri kuat IndoRock adalah dominasi gitar, instrumen yang dikenalkan orang-orang Portugis saat datang ke Hindia-Belanda sekitar abad ke-14. Permainan gitar ala Portugis yang akhirnya dikenal sebagai musik keroncong ini dipadukan oleh anak-anak Maluku itu dengan musik Hawaii, country, dan rock'n'roll yang mereka dengar dari radio-radio Amerika Serikat yang dipancarluaskan dari Filipina atau Australia.

The Timor Rhytm Brothers kemudian berubah nama menjadi The Tielman Brothers dan mulai menjajah musik rock di luar negeri serta memberikan pengaruh yang cukup dasyat di blantika musik rock pada saat itu. Bolehlah dikatakan mereka yang pertama kali memulai atraksi panggung yang liar dan atraktif. Mau tau fakta yang sangat mengejutkan dari band ini? Andy Tielman, telah memulai teknik atraksi gitar gila-gilaan pada tahun 1956!

Andy sudah memetik gitar menggunakan gigi, kaki...11 tahun sebelum Jimi Hendrix bereksperimen dengan gitarnya...saat itu, Hendrix mungkin baru berkelana dari deker ke deker belajar gitar. Kalau saja Panbers sudah lahir di jaman itu, percayalah...lagu pertama yang dipelajari Hendrix adalah "Gereja Tua"....

Bahkan konon, Paul McCartney mengagumi band ini dan terinspirasi The Tielman Brothers sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Maklumlah, The Tielman Brothers telah membawakan lagu-lagu rock n roll jauh sebelum The Beatles muncul. Saat The Beatles manggung pertama kali di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan The Tielmans Brothers yang manggung menggunakan Hofner Violin bass. Dan saat itulah untuk yang pertamakalinya Paul melihat Bass Violin Hofner. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim representative-nya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.


Di tahun 1958 TheTielmans Brothers punya 3 album yang jadi hits di seluruh dunia dan memiliki banyak Gibson Les Paul keluaran pertama yang baru di impor ke Belanda saat itu.

Sayangnya, di tahun 1976 band ini dikabarkan bubar karena boleh dikatakan permainan musik mereka terkesan mandek dan tidak ada perkembangan alias kurang eksploratif. Mereka bermain musik di tataran yang itu-itu saja, dan itulah yang akhirnya membuat publik menjadi bosan. Begitupun, karya mereka sampai sekarang masih sangat digemari di luar negeri, terutama di Belanda.

Kini tinggal Andy Tielman saja yang masih eksis bermain musik dan tinggal di Belanda. Di usianya yang sudah semakin senja, Andy Tielman kini lebih banyak rekaman untuk lagu-lagu rohani dan sesekali tampil di publik Belanda dengan gitarnya. Tentu penampilannya tak bisa seliar dulu lagi. Namun pengaruh Indo-Rock dan histeria "Beatlemania" tak urung meletuskan pula revolusi musik rock Belanda pada tahun 1960-an, yang ditandai dengan kelahiran band-band Belanda yang bernyanyi dengan bahasa Inggris. Band-band yang ngetop yang ikut meramaikan persaingan di Eropa maupun dunia antara lain Golden Earring, Shocking Blue, The Outsiders, Cuby+ Blizzards, atau Focus.








Disadur alakadarnya dari: http://doverwhite.blogspot.com/2007/11/legenda-musik-dunia-indo-rock.html
http://indorock.pmouse.nl/tielmanbrothers1.htm


 

Blog EntryNov 18, '08 7:41 AM
for everyone
Cukke adalah permainan tradisional yang menggunakan tools dari gaba-gaba iloyang
Gaba-gaba iloyang adalah hardmaterial dari pelepah daun rumbia..Jadi sodara-sodara,  permainan ini merupakan bukti bahwa kita bangsa yang kreatif memanfaatkan sumber daya. Setelah tawaronya jadi makanan pokok, daunnya jadi atap, pelepahnya masih digunakan sebagai alat bermain pula.

Cukke adalah permainan beregu, bisa putra, putri atau ganda campuran. Tools terdiri dari anak cukke dan mother cukke.Dimainkan dengan mencungkil anak cukke pada lubang berbentuk Ms.V yang digali ditanah…menggunakan mother cukke (yang sayangnya juga berbentuk Mr. P) Saya mulai curiga…jangan-jangan kata cukke itu adalah turunan dari cukki.. Ah..sungguh permainan yang ngeres.

Whateverlah…toh kita tidak lagi memikirkan permainan ini. Setidaknya setelah Playstation mewabah, tanah lapang tergusur, pekarangan disemen…dan petani lokal mulai melirik wajan ketimbang sumaku

Boeat kamoe orang begadjoel2 FKI... bae itoe jang mangkal di kidoel, koelon,oetara mahoepoen sebla wetan!

Kita orang bole ketemoe dalam kagijatan ekstra-koerikoelair dari kita orang poenja spoonsoorr jang bae hati dan telah sama kita permakloemkan kebadjikannja.

Hatta, kegijatan ini akan berlangsoeng manakala itoe orang jang empoenja restaoeran tlah poela berpoelang dari lantjongannja di kota Oedjoeng Pandang. Djadi kita orang tidaklah akan meroegi apabila bersabar menanti kedatangannja.

Adapoen haal-ichwal mengenai kagijatan ini...akan diinformasikan dalam tempo setjepatnja..


Blog EntryNov 12, '08 4:46 AM
for everyone

Lejjo adalah peristiwa Lebba nya layang-layang .(kalo begitu. Lebba Itu apa ya?) Lebba itu yaaa Lejjo...artinya, Layangan yang terputus dari benangnya dan terombang ambing dihempas angin nan bertiup kesana kemari .

Lejjo atau Lebba bisa disebabkan oleh banyak faktor...

  1. Lejjo disebabkan oleh pertemuan benang yang saling bergesekan antara dua layang-layang berbeda. Atau biasa disebut adu layangan. (repot amat kajiannya)
  2. Faktor Alam. Misalnya Angin Bahorok yang tiba-tiba berhembus menimpakan kemalangan kepada si layang-layang
  3. Faktor Hardware....kualitas benang layang-layang yg tidak layak ondo. (waduh jadi menjelaskan lagi) Ondo adalah tahapan-tahapan lepas landas sebuah layang-layang menuju angkasa raya nan biru.
  4. Faktor Brainware...kebanyakan Lejjo/Lebba disebabkan faktor ini...Sumber daya si pelayang-layang yang tidak memadai...


Lejoo juga biasa digunakan dalam kalimat rayuan....
contoh kalimat..."Oh Sayang...kau telah melejjokan hatiku"
ini adalah situasi dimana...si-ter-rayu telah mengombang-ambingkan hati si perayu

*Sungguh kajian ngawur


Blog EntryNov 11, '08 11:54 AM
for everyone















 perbesar  cover depan                   pertegang cover belakang

Blog EntryNov 11, '08 8:39 AM
for everyone

Blog EntryNov 4, '08 6:45 PM
for everyone
semalam dapat email massal (mangsudnya email yg dikirim kolektif gitu) isinya begini:


Saya menikahi wanita yang memiliki karir profesional: AKUNTAN PUBLIK. Ya, dia adalah seorang auditor. Dan coba tebak apa yang dilakukannya ...

1. Dia menyuruhku untuk menggunakan metode LIFO saat mengambil makanan yang disimpan di kulkas. Aduh ...

2. Dia menganggapku tidak berbakat dalam bermain dengan angka. Aku sih no problem, makanya dia yang mengurus anggaran rumah tangga. Eh, tiap akhir bulan dia bikin invoice tagihan profesional fee sama aku. Waktu kubilang kalau aku ini suaminya, bukan kliennya, dia malah minta advance payment.

3. Aku heran kenapa pengeluaran terus meningkat steadily, sehingga suatu hari, aku mengintip kertas-kertas yang ada di ordner berlabel "Current File". Tak heran! Dia rupanya men charge mileage (jarak) dan overtime ke dalam anggaran rumah tangga. Dia juga menagihkan Out of Pocket Expense ke dalamnya. Dia gila, dan aku udah bilang itu ke dia. Eh, dia malah bilang, "Ya enggaklah sayang, aku kan auditor ..."

4. Setiap lembar kertas di rumah dicopy dan difilekan. Alasan dia, ada peraturan yang mengharuskan dia memaintain copy hasil kerjanya selama 10 tahun. Aku sungguh-sungguh khawatir ...

5. Dia bilang kalau dia cinta aku, dan aku bilang kalau aku cinta dia juga. Tapi tetap aja, dia tidak pernah percaya. Katanya, ada kemungkinan terjadi mis-statement. Dan dia memintaku membuat Representation Letter mengenai masalah ini ... Duhhh

6. Tahun lalu laporan keuangan rumah kami mendapatkan opini Qualified karena aku gak menyimpan supporting document atas expensesku.

7. Awalnya aku heran, kenapa setiap akhir tahun selalu berdatangan surat-surat dari seluruh famili, kolega, termasuk warung di depan rumah. Ternyata, istriku mengirimi Confirmation Letter kepada mereka semua. Waktu aku protes, dia bilang, konfirmasi dari pihak eksternal lebih realible. Cape deh ...

8. Waktu istriku masak, dia sering tidak mengikuti resep. Bila resep bilang, tambahkan setengah sendok garam, atau satu sendok teh gula, atau setengah gelas air, dia selalu tidak peduli. Dia bilang kalau itu tidak material bila dibandingkan dengan seluruh menu yang disiapkan.

9. Aku bilang, dia itu gila. Tapi anehnya, semua orang bilang kalau dia auditor. Di kamus, ternyata kata "auditor" bukan sinonim untuk kata "gila". Pasti kamusnya ketinggalan zaman.

10. Waktu kami menikah, dia memberikan Engagement Letter padaku. Awalnya aku bilang, "Oh, makasih ya sayang ..." Ternyata setiap tahun dia memberikan surat yang sama. Katanya, standarnya mengharuskan dia melakukan itu bila ada indikasi kalau aku keliru memahami tujuan dan scope dari Engagement.
Dia juga bilang, aku tidak bisa pisah dari dia begitu saja. Dia punya hak untuk didengar sebelum aku menunjuk orang lain. Dan dia juga menegaskan bila aku menunjuk orang lain menggantikan dia, maka harus ada komunikasi antara dia dan penggantinya, agar dia bisa menyampaikan keberatan profesionalnya. Mati kita ...

11. Phew ... Kadang kala, aku berpikir, kalau dia membahayakan going concernnya pernikahan ini. Duh ... Kok aku jadi kebawa-bawa dia ...

12. Ku kira pernikahanku ini sudah cukup gila, tapi ternyata ada temanku yang juga kawin dengan akuntan, punya cerita yang lebih parah. Istrinya mengkapitalisasi biaya pernikahan sebagai Preliminary Expenses, dan mengamortisasinya setiap tahun. Biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum berumah tangga, juga dikapitalisasi sebagai biaya pra-pernikahan. Juga, waktu yang dihabiskannya selama pacaran sebelum menikah sedang dalam proses valuasi, untuk dimasukkan sebagai intangible assets.

Teman-teman, berpikirlah dua kali sebelum menikahi auditor. Kalau kau sudah berpikir dua kali dan tetap memutuskan untuk menikahinya, pikirkan dua kali lagi. Kau harus mempertimbangkan besar risk sebelum memulai engagement. Duh ... Aku ternyata sudah gila.
____________________________________________________________________________

*si dia kerjanya bagian perduwitan ga ya?

Blog EntryNov 4, '08 9:17 AM
for everyone

Blog EntryNov 2, '08 3:10 PM
for everyone


Sodara-sodara silahkan membuat review soal logo KBK (komunitas blogger kendari)
Visualisasi logo adalah menara persatuan dengan gaya vector yg imut berada di dalam balon kata


Kenapa menara persatuan?
1. Simbol yang bisa mewakili beragam kultur di Sultra. kata si Om
2. Menurut Yudha, biar Blogger Kendari kemudian bersatu dalam pertemuan fisik dan bathin
3. Menurut Babol..bentuknya familiar dengan si Joni...
4. Lebih HighTech menurut Ichal....ingat Tech nya pake "H"...
5. Kalo masang kompor...nanti arham menggugat kita
6. Prima bilang, "Ga tau degh"

Kenapa pake balon kata?
1. Simbol umum blog yg kita kenal memang begitu ya
2. Balon kata juga mewakili karakter Humas kita...yg pandai berkata-kata dalam monolognya

Warnanya Hijo-Kuning?
1. Warna Favorit ketua KBK....jadi ini ada unsur menjilatnya...biar logonya disahkan
2. Hijo melambangkan kemakmuran pangan..(berkat korengge). Kuning, mewakili emas Bombana....*maksa banget.

Kenapa hurufnya begitu? leadingnya mepet? lowercase?
1. Maafkan saya....rencananya mau bikin typeface khusus...tapi apalah dayaku ini
2. Kalo pake Monotypecorsiva....kesannya kayak undangan pernikahan ya
3. Pake Times New Roman...dikira makalah


Blog EntryOct 29, '08 1:43 AM
for everyone

Photo AlbumPulau Baho LagiOct 20, '08 4:20 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Buat anda yang telah membaca postingan di Sini, sini, sini dan di sini..
mengenai eksostisnya Pulau Baho, dan masih ingin bermehek-mehek, mengucurkan airmata penderitaan yang tiada-tara akibat akibat ketidak-berdayaan menyaksikan rupa-rupa panorama yang tiada disangka-sangka (halah ngomong apa sih).

Saya cuma mau menambahkan saja...:

Blog EntryOct 19, '08 6:50 PM
for everyone



Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja. Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir...

Mengujungi situs ini semalam membuat saya punya impian indah pada komunitas Blogger Kendari yang baru saja kemarin dihelat peresmiannya. Impian KBK sebagai wadah repersentative yang sanggup menyangkal bahwa kita tidak lagi bergelayutan di pohon sagu loh...kita punya komunitas Blogger loh, kita support pada budaya lokal loh, kita melek internet loh....

ya..kita harus meniru, sebab kata Holmes, tak ada yang baru di dunia ini.

Selamat buat kawan-kawan Blogger Kendari...semoga komunitas ini berjaya dibawah kepemimpinan Arham_Kendari...

Dengan energi tersisa 2 bar, saya terpaksa harus mengumpan kantuk dengan bacaan creativepreneur. Malam yang menggila dan Insomnia akut....sebaiknya saya segera bisa bermimpi lagi. Semoga bukan mimpi buruk pejabat Diknas bertanya "Apa itu Blog?"

Blog EntrySep 19, '08 3:34 PM
for everyone
hikmah puasa kali ini adalah...saya menemukan band asik the Ramonetures. sebuah band lucu yang mencover hampir seluruh (ga seluruhnya ding...soalnya sampe tulisan ini diposting, saya baru menemukan 16 hit) the ramones dalam format instrumen. mereka menyebutnya the style of the ventures. beat yang simple..punk rock dalam kemasan surf rock.

mereka terdiri dari Billy Zoom (Phantom Surfer/Go-Nuts) guitar, flute, saxophone, D.J. Bonebrake (drums, vibes), Mel Bergman (guitar), Mark Neill (guitar)
Chris Barfield (bass &amp; Shadow guitar)

SIDE A:
1.Glad To See You Go
2.Rockaway Beach
3.Blitzkrieg Bop
4.She's The One
5.Babysitter
6.Rock'N'Roll Highschool
7.She's A Sensation
8.Today Your Love, Tomorrow The World

SIDE B:
1.Do You Remember Rock'N'roll Radio?
2.I Wanna Be Well
3.Carbona Not Glue
4.The KKK Took My Baby Away
5.Cretin Hop
6.Oh Oh I Love Her So
7.I Wanna Be Sedated
8.Pet sematary






Pages:1234